TikTok Trend Center: Panduan Lengkap untuk Kreator & Solopreneur
Pelajari cara pakai TikTok Trend Center untuk cari lagu trending, hashtag viral, dan konten yang sedang naik daun — panduan praktis untuk kreator dan solopreneur Indonesia.

Kebanyakan kreator dan solopreneur di Indonesia masih mengandalkan cara lama: scroll FYP berjam-jam, tebak-tebak lagu yang sedang viral, lalu posting dan berharap kontennya kena. Cara itu buang waktu dan hasilnya tidak konsisten.
TikTok sebenarnya sudah menyediakan alat gratis untuk melihat apa yang sedang trending, siapa kreator yang sedang naik, dan lagu mana yang paling banyak dipakai — sebelum kamu mulai buat konten. Namanya TikTok Trend Center, dan panduan ini akan menjelaskan cara memakainya dari nol.
Kenapa riset tren layak diusahakan
- 81% — pengguna TikTok mengatakan platform ini memperkenalkan mereka pada topik dan tren yang tidak mereka ketahui sebelumnya.
- 8x lebih besar — kemungkinan pengguna mengingat brand karena suara dan lagu unik yang dipakai dalam video TikTok.
- 53% — Gen Z menggunakan alat percakapan seperti TikTok, ChatGPT, dan Reddit sebagai pengganti search engine tradisional.
Sumber: TikTok Marketing Science, Shopify Blog, Resolve Report 2025
Apa itu TikTok Trend Center?
TikTok Trend Center adalah bagian dari TikTok Creative Center, platform resmi dari TikTok yang bisa diakses gratis di ads.tiktok.com/business/creativecenter. Di dalamnya ada fitur Trends yang menampilkan data real-time tentang apa yang sedang populer di TikTok, mulai dari hashtag, lagu, kreator, sampai video yang sedang viral. Data ini diperbarui setiap hari dan bisa difilter berdasarkan negara dan industri. Jadi kalau kamu ingin tahu apa yang sedang trending di Indonesia khusus untuk niche fashion, beauty, atau makanan, kamu bisa lihat datanya langsung tanpa perlu tebak-tebak.
Bedanya TikTok Trend Center dengan scroll FYP biasa
Saat kamu scroll FYP, kamu hanya melihat konten yang dipilihkan algoritma untuk kamu secara personal — itu bukan cerminan dari apa yang sedang trending secara keseluruhan di Indonesia. TikTok Trend Center menampilkan data agregat dari seluruh platform, bukan hanya dari akun-akun yang kamu follow atau niche yang sudah kamu konsumsi.
Misalnya, kamu sedang buat konten soal produktivitas. Di FYP kamu mungkin tidak muncul tren dance yang sedang viral. Tapi di Trend Center, kamu bisa lihat bahwa audio dari tren dance itu sedang dipakai oleh 500 ribu video per hari, dan bisa kamu adaptasi untuk konten produktivitas kamu sendiri sebelum kreator lain di niche-mu menyadarinya.
Siapa yang perlu pakai TikTok Trend Center?
Siapapun yang membuat konten di TikTok untuk tujuan bisnis atau pertumbuhan akun. Secara spesifik:
- Kreator konten — yang ingin kontennya konsisten masuk FYP.
- Solopreneur — yang jualan lewat TikTok Shop atau konten organik.
- Brand manager — yang perlu tahu kapan momen terbaik untuk posting.
- Digital marketer — yang mengelola akun TikTok klien.
Alat ini gratis dan tidak memerlukan akun iklan aktif untuk diakses fitur dasarnya.
Apa saja fitur di TikTok Trend Center dan fungsinya?
Trend Center punya empat kategori data utama — Hashtag, Lagu (Songs), Kreator (Creators), dan Video — ditambah halaman Trend Overview. Masing-masing memberikan informasi berbeda yang berguna untuk bagian berbeda dari strategi konten kamu.
1. Trending Hashtag
Di tab Hashtag, kamu bisa lihat 100 hashtag paling populer di TikTok berdasarkan periode waktu yang kamu pilih (7 hari, 30 hari, atau 120 hari terakhir). Ada filter berdasarkan industri, jadi kalau kamu di niche kuliner, kamu bisa lihat hashtag apa yang sedang naik di kategori food and beverage saja. Yang paling berguna adalah tombol 'New to Top 100' — ini menampilkan hashtag yang baru saja masuk ke daftar 100 besar. Kalau kamu post konten dengan hashtag ini sekarang, kamu lebih awal dari kebanyakan kreator lain. Setiap hashtag juga bisa diklik untuk melihat grafik tren popularitasnya, insight audiens, dan video teratas yang memakainya.
2. Trending Songs (Lagu Viral)
Ini fitur yang paling banyak dicari kreator konten. Tab Songs menampilkan lagu dan audio yang paling banyak dipakai di TikTok, lengkap dengan jumlah video yang memakai suara tersebut. Ada dua tab: Popular (lagu yang sudah konsisten populer) dan Breakout (lagu yang pertumbuhannya cepat dalam waktu singkat). Untuk kreator, tab Breakout lebih strategis. Ada juga filter 'Approved for Business Use' yang memfilter hanya lagu yang aman dipakai untuk konten brand atau TikTok Ads tanpa risiko copyright.
3. Trending Creators
Tab Creators menampilkan akun TikTok yang sedang tumbuh paling cepat di platform, bisa difilter berdasarkan negara dan kategori. Berguna untuk belajar dari kreator di niche yang sama, atau menemukan partner kolaborasi yang sedang momentum-nya naik sebelum harga endorse mereka ikut naik.
4. Trending Videos
Tab ini menampilkan video TikTok yang sedang viral berdasarkan jumlah view dan engagement, bisa difilter berdasarkan industri. Fungsinya untuk memahami format, panjang video, dan gaya penyampaian yang sedang beresonansi dengan audiens saat ini.
5. Trend Overview
Halaman Trend Overview memberikan ringkasan visual tentang tren keseluruhan di TikTok berdasarkan kategori dan waktu. Berguna untuk perencanaan konten bulanan — supaya kamu proaktif, bukan hanya reaktif pada tren yang sudah ramai.
Bagaimana cara mencari lagu trending di TikTok?
Buka TikTok Creative Center, set wilayah ke Indonesia, masuk ke tab Songs, lalu klik Breakout — tidak ada yang perlu kamu install atau bayar untuk memulai. Ini langkah konkretnya.
- Buka TikTok Creative Center — buka ads.tiktok.com/business/creativecenter di browser. Kalau kamu belum punya akun TikTok Business, buat dulu, gratis. Setelah login, cari menu Trends di navigasi atas.
- Pilih wilayah Indonesia — default wilayah di Creative Center biasanya global atau Amerika Serikat. Pastikan kamu ganti ke Indonesia agar data yang muncul relevan dengan audiens kamu.
- Masuk ke tab Songs, pilih Breakout — klik Trends lalu pilih Songs, kemudian klik tab Breakout untuk melihat lagu yang pertumbuhannya paling cepat dalam 7 hari terakhir. Kalau sebuah lagu baru dipakai 50.000 video dalam 3 hari dan grafiknya masih naik, itu sinyal kuat untuk dipakai di konten berikutnya.
- Cek grafik pertumbuhan lagu — setiap lagu bisa diklik untuk melihat grafik pertumbuhannya. Perhatikan: apakah grafiknya masih naik, sudah flat, atau mulai turun? Lagu yang grafiknya masih naik tajam paling strategis untuk dipakai sekarang, dan kamu bisa lihat contoh video untuk inspirasi format.
- Gunakan di konten kamu — buka TikTok, cari lagu tersebut, dan gunakan saat rekam atau edit video. Cara cepat lainnya: ketuk ikon suara di pojok kiri bawah setiap video untuk melihat jumlah video yang memakai suara itu. Kalau angkanya ratusan ribu dan terus naik, audio itu sedang trending.
Sumber: Buffer — ketik 'viral sound', klik tab Sounds, scroll track paling banyak dipakai; Shopify Blog — Creative Center menampilkan lagu teratas per wilayah dan diperbarui setiap hari
Bagaimana kreator dan solopreneur sebaiknya pakai TikTok Trend Center?
Tren tidak berarti apa-apa kalau tidak kamu ubah jadi konten yang relevan dengan niche dan audiens kamu. Begini cara menjadikannya bagian dari alur kerja nyata.
Untuk kreator: masuk di fase Breakout
Waktu terbaik untuk pakai tren adalah ketika tren itu masih di fase Breakout, bukan saat sudah ramai. Cek tab Breakout di Songs dan filter New to Top 100 di Hashtag seminggu sekali, lalu buat konten dalam 24-48 jam setelah kamu menemukannya. Kreator fitness yang menemukan audio breakout dan membuat video transisi workout sebelum 100 kreator lain melakukannya punya peluang jauh lebih besar untuk menumpang gelombang distribusi tren awal.
Untuk solopreneur: validasi tren sebelum produksi
Sebelum buat satu video, cek dulu apakah topiknya ada tren-nya di TikTok. Masuk ke Trend Center, cari hashtag yang relevan dengan produk atau jasa kamu, dan lihat apakah volume video-nya naik atau turun dalam 30 hari terakhir. Kalau hashtag-nya flat atau menurun, pertimbangkan ulang topiknya. Melacak apa yang sebenarnya dicari pasar kamu — lintas media sosial dan e-commerce — adalah persis fungsi keyword tracking Intura, dan ini menghemat waktu produksi konten yang tidak ada permintaannya.
Jadwalkan riset tren 15 menit setiap minggu
Cukup 15 menit setiap Senin pagi. Cek 3 lagu breakout teratas di Indonesia, hashtag baru yang masuk Top 100 di niche kamu, dan 2-3 video trending di kategori industri kamu. Dari sana, rencanakan konten untuk minggu itu. Lima belas menit konsisten setiap minggu mengalahkan maraton dua jam sebulan sekali.
Gunakan data kreator untuk kolaborasi yang tepat
Cari kreator dengan 10.000-100.000 follower yang grafiknya sedang naik tajam. Harga kolaborasi mereka masih terjangkau, tapi reach-nya sudah signifikan. Nano dan micro creator di kisaran ini sering memberikan conversion rate lebih tinggi dibanding mega influencer karena audiens mereka lebih percaya.
Sumber: Pengguna TikTok 8x lebih mungkin mengingat brand karena suara dan lagu unik — Shopify
Alat apa yang melengkapi TikTok Trend Center?
TikTok Trend Center bagus sebagai titik awal, tapi ada alat tambahan yang bisa melengkapi riset kamu.
- TokChart — Tokchart.com memperbarui data lagu trending TikTok setiap 24 jam dan memecahnya berdasarkan lokasi termasuk Indonesia. Berguna kalau kamu ingin data yang lebih real-time dari Creative Center.
- Creator Search Insights — buka TikTok, tap ikon pencarian, lalu cari Creator Search Insights. Alat ini menunjukkan kata kunci yang dicari orang di TikTok tapi kontennya masih sedikit — peluang membuat konten yang menjawab kebutuhan pencarian yang belum terpenuhi.
- Intura — untuk kreator dan solopreneur yang sudah serius membangun bisnis di TikTok dan Instagram, creator analytics Intura menyediakan data yang lebih dalam: tracking performa konten dan kreator secara real-time, analisis sentimen dari komentar audiens, pemantauan kompetitor, dan keyword tracking lintas platform. Kalau TikTok Trend Center adalah alat untuk melihat tren yang sedang terjadi, Intura membantu kamu memahami mengapa tren itu terjadi.
Apa kesalahan paling umum saat pakai TikTok Trend Center?
Pakai Trend Center tapi tidak dapat hasil? Kemungkinan besar ini penyebabnya.
- Pakai tren yang sudah telat — kalau sebuah lagu sudah dipakai lebih dari 500.000 video dan grafiknya sudah flat atau turun, tren itu sudah melewati puncaknya dan kontenmu akan tenggelam. Filter ke tab Breakout dan cari yang masih di bawah 100.000 video dengan pertumbuhan cepat.
- Pakai tren yang tidak relevan dengan niche — algoritma TikTok membaca konteks konten secara keseluruhan, bukan hanya audionya. Kalau konten kamu soal makanan tapi pakai audio tren dance yang tidak nyambung, relevansi konten kamu akan lemah di mata algoritma dan audiens.
- Lupa set wilayah ke Indonesia — default lokasi di Creative Center sering kali bukan Indonesia. Tren audio di AS atau Korea belum tentu relevan di Indonesia dan Asia Tenggara. Selalu pastikan filter wilayah sudah diset ke Indonesia sebelum mengambil keputusan konten.
Menggabungkan semuanya
TikTok Trend Center mengubah riset tren dari tebak-tebakan jadi kebiasaan mingguan 15 menit yang bisa diulang: set wilayah ke Indonesia, scan lagu Breakout dan hashtag New-to-Top-100 di niche kamu, validasi permintaan sebelum produksi, dan bergerak dalam 24-48 jam selagi tren masih naik. Alatnya gratis, resmi, dan diperbarui setiap hari — tidak ada alasan untuk terus mengandalkan keberuntungan FYP.
Setelah kamu tahu apa yang sedang trending, pertanyaan berikutnya adalah mengapa — dan apa artinya untuk brand kamu secara spesifik. Di situlah analitik yang lebih dalam berperan. Intura melacak performa kreator, sentimen audiens, dan permintaan keyword lintas TikTok, Instagram, dan e-commerce supaya kamu bisa beranjak dari sekadar menemukan tren ke membangun posisi di sekitarnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu TikTok Trend Center?
TikTok Trend Center adalah fitur dalam TikTok Creative Center (ads.tiktok.com/business/creativecenter) yang menampilkan data real-time tentang hashtag, lagu, kreator, dan video yang sedang trending di TikTok. Data bisa difilter berdasarkan negara dan industri, dan diperbarui setiap hari.
Apakah TikTok Trend Center gratis?
Ya, fitur dasar TikTok Trend Center bisa diakses gratis dengan akun TikTok Business. Kamu tidak perlu menjalankan iklan berbayar untuk mengaksesnya, dan daftar akun Business di TikTok tidak dikenakan biaya.
Bagaimana cara cari lagu trending di TikTok?
Buka TikTok Creative Center di ads.tiktok.com, login dengan akun TikTok Business, klik Trends, lalu pilih Songs. Set wilayah ke Indonesia, lalu pilih tab Breakout untuk melihat lagu yang pertumbuhannya paling cepat. Klik setiap lagu untuk melihat grafik pertumbuhannya dan contoh video yang memakainya.
Berapa sering saya harus cek TikTok Trend Center?
Cukup satu kali per minggu, sekitar 15 menit. Cek hashtag baru yang masuk Top 100, lagu di tab Breakout, dan video trending di niche kamu. Jadikan ini bagian dari rutinitas perencanaan konten mingguan kamu.
Apa bedanya TikTok Trend Center dengan scroll FYP biasa?
FYP menampilkan konten yang dipersonalisasi untuk akun kamu berdasarkan riwayat tontonan. TikTok Trend Center menampilkan data agregat dari seluruh platform, memberikan gambaran yang lebih objektif tentang apa yang sedang trending secara luas di Indonesia — bukan hanya di dalam gelembung konten kamu sendiri.
Apakah ada alat lain selain TikTok Trend Center untuk riset tren TikTok?
Ada beberapa. TokChart (tokchart.com) memperbarui data lagu trending setiap 24 jam per wilayah. Creator Search Insights di dalam aplikasi TikTok menampilkan keyword yang dicari tapi kontennya masih sedikit. Untuk analitik yang lebih dalam termasuk sentimen audiens, tracking performa kreator, dan competitive benchmarking, platform seperti Intura menyediakan data yang lebih komprehensif dibanding alat native TikTok.

Najwa AssilmiCo-Founder & CEO Intura
Head of Product with 6+ years of fintech experience delivering data-driven solutions that meet business goals and drive growth.