Lompat ke konten
Intura
Blog / GEO
Bahasa IndonesiaGEOPelacakan Brand di AIRiset PromptVisibilitas ChatGPT

Bagaimana Cara Menemukan Pertanyaan yang Konsumen Tanyakan ke AI tentang Kategori Produkmu?

Metode 6 langkah untuk mengumpulkan pertanyaan asli yang konsumen tanyakan ke ChatGPT, Gemini dan Perplexity, lalu cek apakah AI menyebut brand kamu.

Muhammad Ramadiansyah · Co-Founder & CTO Intura7 menit baca

Bagaimana Cara Menemukan Pertanyaan yang Konsumen Tanyakan ke AI tentang Kategori Produkmu?

Kamu tidak bisa melihat apa yang orang ketik di ChatGPT. Tapi kamu bisa menyusun daftar penggantinya dari chat pelanggan, Search Console, diskusi komunitas dan bantuan AI yang dicek ulang, lalu menguji 100 pertanyaan untuk melihat di mana brand kamu muncul.

Dulu konsumen kamu mengetik "sunscreen kulit berminyak" di Google lalu scroll hasilnya. Sekarang banyak yang langsung bertanya ke ChatGPT, "Sunscreen apa yang paling cocok buat kulit berminyak di cuaca lembap?" Jawabannya cuma satu, berisi dua atau tiga nama brand. Kalau brand kamu tidak disebut, kamu tidak dapat kunjungan sama sekali.

Tidak ada perusahaan AI yang membagikan data prompt ke brand, jadi kamu tidak bisa mengekspor daftar pertanyaan orang. Yang bisa kamu lakukan adalah menyusun daftar pengganti yang bisa dipercaya dari sumber yang sudah kamu punya. Panduan ini membahas enam langkahnya, dengan target 100 pertanyaan yang bisa kamu pantau setiap bulan.

Kenapa daftar keyword saja tidak cukup

Prompt lebih panjang dan lebih detail daripada keyword. Keyword-nya "aplikasi manajemen proyek". Prompt-nya "Aplikasi manajemen proyek apa yang cocok untuk agensi 5 orang yang menagih klien per jam?" Detail tambahan itu mengubah brand mana yang disebut AI.

Banyak jawaban AI sama sekali tidak mengambil data dari web. Dalam studi Intura terhadap 1.250 prompt berbahasa Indonesia di Gemini, hanya 34,2% yang memicu pencarian Google. Untuk dua pertiga sisanya, Gemini menjawab dari pengetahuan yang sudah dimilikinya, jadi artikel terbaru kamu tidak sempat dibaca.

Apa yang ditanyakan orang dan apa yang dijawab AI sering tidak nyambung. Dalam riset travel Intura, pertanyaan soal visa dan paspor mencapai 27% dari pertanyaan travel orang Indonesia, tapi hanya muncul di paling banyak 2,7% jawaban AI. Celah seperti ini adalah kesempatan bagi brand yang punya halaman jelas dan berguna untuk disebut.

Langkah 1: Kumpulkan pertanyaan yang sudah ditanyakan ke kamu

Tim sales dan customer service kamu mendengar pertanyaan ini setiap hari. Ambil percakapan 90 hari terakhir dan salin setiap pertanyaan apa adanya. Jangan rapikan tata bahasa atau slang-nya. "Bisa COD ga?" dan "Aman buat ibu hamil?" adalah prompt nyata yang akan diketik seseorang ke AI.

  • Tiket customer service dan log live chat
  • Percakapan WhatsApp Business dan DM Instagram
  • Catatan sales call dan rekaman demo
  • Pertanyaan dari webinar, event dan sesi onboarding
  • Alasan di catatan deal yang gagal

Beri label topik di setiap pertanyaan dan hitung berapa kali muncul. Pertanyaan yang muncul setiap minggu taruh di urutan teratas.

Langkah 2: Ambil pola pertanyaan dari Google

Google Search Console sudah menyimpan pertanyaan yang orang ketik sebelum masuk ke website kamu. Buka Performa, lalu Hasil penelusuran, tambahkan filter Kueri dan pilih Kustom (regex). Tempel salah satu pola di bawah lalu ekspor hasilnya (Bantuan Search Console).

Pertanyaan bahasa Indonesia:

\b(apa|apakah|bagaimana|gimana|berapa|kenapa|mengapa|mana|bisa|cara)\b

Pertanyaan bahasa Inggris:

^(what|how|which|why|is|are|can|does|do|should|best)\b

Berikutnya, cari 10 keyword utama kamu dan buka kotak Orang Juga Bertanya. Setiap pertanyaan yang kamu buka akan memunculkan pertanyaan baru. Lalu ketik kategori kamu diikuti "vs", "untuk", "atau" dan "tanpa", dan catat saran autocomplete-nya, misalnya "CRM untuk" atau "sunscreen vs".

Langkah 3: Baca tempat orang saling bertanya

Orang menanyakan hal ke sesama pengguna yang tidak mereka tanyakan ke brand. Baca diskusi tempat konsumen kamu membandingkan pilihan dan cari tiga pola: "X worth it ga?", "Pilih X atau Y buat kondisi saya?" dan "Ada yang pernah coba X?" Pola ini menjadi prompt tahap perbandingan.

  • Reddit (r/indonesia, r/smallbusiness, atau subreddit kategori kamu)
  • Threads dan komentar TikTok di konten tentang kategori kamu
  • Tab Diskusi di Tokopedia dan tanya jawab produk di Shopee
  • Ulasan Google Play dan App Store untuk aplikasi di kategori kamu
  • Quora dan forum lokal

Sumber ini penting karena alasan kedua: mesin AI banyak mengutip platform komunitas dan video. Dalam studi Intura terhadap 1.000 keyword Indonesia, YouTube adalah domain yang paling sering dikutip di Google AI Overview, dengan 19,3% dari 7.140 kutipan. Diskusi yang kamu baca hari ini ikut membentuk jawaban AI besok.

Langkah 4: Ubah setiap item jadi prompt lengkap

Ubah setiap keyword dan pertanyaan pendek menjadi kalimat yang benar-benar akan diketik pembeli. Ikuti empat aturan:

  1. Tulis sebagai pertanyaan utuh.
  2. Tambahkan satu batasan nyata, seperti budget, kota, jumlah tim atau kebutuhan.
  3. Pakai bahasa yang dipakai konsumen kamu, termasuk bahasa santai.
  4. Jangan masukkan nama brand kamu di pertanyaan tahap awal, karena pembeli di tahap itu belum kenal kamu.
Dari keyword ke prompt
KeywordPrompt yang diketik pembeli
CRMCRM apa yang paling gampang untuk tim sales 10 orang yang jualan lewat WhatsApp?
moisturizer murahMoisturizer bagus di bawah Rp150 ribu buat kulit berminyak apa ya?
jasa SEO JakartaBerapa biaya jasa SEO per bulan untuk toko online kecil di Jakarta?
asuransi perjalanan JepangApakah WNI wajib punya asuransi perjalanan untuk mengajukan visa Jepang?

Langkah 5: Lengkapi dengan bantuan AI, lalu cek setiap hasilnya

Setelah punya pertanyaan nyata, minta ChatGPT atau Claude menyarankan pertanyaan tambahan untuk tahap dan persona yang belum tercakup. Pakai prompt di bawah dan ganti detailnya.

Kamu adalah [persona] di [kota/negara] yang sedang mencari [kategori]. Buat 20 pertanyaan yang akan kamu tanyakan ke asisten AI sebelum membeli. Kelompokkan menjadi: memahami masalah, membandingkan pilihan, siap membeli. Tulis seperti orang sungguhan mengetik, termasuk kalimat pendek dan bahasa santai.

Anggap hasilnya sebagai tebakan. Simpan pertanyaan buatan AI hanya kalau cocok dengan temuan di langkah 1, 2 atau 3, atau terbukti punya volume pencarian di Keyword Planner. AI bisa dengan mudah mengarang pertanyaan yang tidak pernah ditanyakan siapa pun.

Langkah 6: Susun 100 pertanyaan dan uji

Masukkan semua pertanyaan ke satu spreadsheet dengan kolom: pertanyaan, bahasa, tahap (awareness, pertimbangan atau keputusan), persona, sumber dan frekuensi kemunculan.

Targetkan 100 pertanyaan. Dengan 100 pertanyaan, brand yang disebut di 40 di antaranya punya mention rate sebenarnya di kisaran 30% sampai 50%. Dengan hanya 20 pertanyaan dan hasil 40% yang sama, kisarannya melebar jadi sekitar 22% sampai 61%, terlalu longgar untuk dijadikan dasar keputusan. Hitungannya ada di artikel berapa banyak prompt untuk melacak brand mention di AI.

Jalankan setiap pertanyaan di ChatGPT, Gemini dan Perplexity sebanyak tiga sampai lima kali, karena prompt yang sama bisa menghasilkan jawaban berbeda. Untuk setiap jawaban, catat apakah brand kamu muncul, di posisi berapa, kompetitor mana yang disebut dan website apa yang dikutip. Ulangi tes ini setiap bulan.

Apa yang dilakukan dengan hasilnya

Bagi pertanyaan kamu ke dalam tiga kelompok dan tangani masing-masing dengan cara berbeda.

  • Kompetitor disebut, kamu tidak: buat halaman yang menjawab pertanyaan itu secara spesifik, lengkap dengan fakta, harga dan contoh.
  • AI mengutip website pihak ketiga, seperti situs review, marketplace atau channel YouTube: usahakan brand kamu dibahas di situs tersebut.
  • Tidak ada brand yang disebut, atau jawabannya kabur: terbitkan jawaban paling jelas lebih dulu. Ini peluang paling mudah.

Manual atau pakai tools

Spreadsheet dan akun ChatGPT gratis sudah cukup untuk mulai. Pekerjaannya jadi berat saat kamu menguji 100 pertanyaan di tiga mesin AI, lima kali masing-masing, setiap bulan. Itu berarti 1.500 jawaban yang harus dibaca dan dicatat.

Data AI Search dari Intura mengumpulkan pertanyaan yang orang ajukan tentang kategori kamu dalam bahasa pasar kamu, menjalankannya di ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity dan DeepSeek, lalu menunjukkan brand dan sumber yang disebut setiap mesin AI. Kamu bisa mulai dengan audit visibilitas AI gratis.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bisakah saya melihat persis apa yang orang ketik di ChatGPT tentang kategori saya?

Tidak. OpenAI, Google dan perusahaan AI lain tidak membagikan data prompt ke brand. Kamu perlu menyusun daftarnya sendiri dari percakapan pelanggan, data pencarian dan diskusi komunitas.

Berapa banyak pertanyaan yang perlu saya pantau?

Targetkan 100. Jumlah ini memberi mention rate yang cukup akurat untuk dibandingkan setiap bulan. Brand kecil bisa mulai dengan 50 lalu menambah daftarnya.

Sebaiknya pantau pertanyaan dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia?

Pantau bahasa yang benar-benar dipakai konsumen kamu. Jawaban AI bisa berbeda tergantung bahasanya, jadi tes dalam bahasa Inggris tidak menunjukkan posisi kamu di mata pembeli yang bertanya dalam bahasa Indonesia.

Seberapa sering daftar ini perlu diperbarui?

Jalankan ulang pertanyaan setiap bulan dan tinjau daftarnya setiap kuartal. Tambahkan pertanyaan baru saat kamu meluncurkan produk, masuk pasar baru atau melihat topik baru di chat customer service.